Senin, 23 Juni 2014

DUHAI

Aku tidak tau untuk apa aku ujian.
Aku tidak tau untuk apa aku bernilai sempurna.
Aku tidak tau untuk apa aku disini.
Apakah aku menunngu takdir?
Apakah aku memperbaiki nasib?
Apakah aku merajut mimpi?
Berapa biaya sudah terkuras,untuk masa transisi yang tak pasti.
Aku tak pernah mengobral janji, tidak juga menjanji mumpuni.
Mungkin rambut-rambut ini pertanda fikir yang terforsir.
Karna siang malam berfikir durja.
Menerka,manakah tujuan setelah ini?
Teranggap sukseskah aku?

Duhai,
Tolonglah anakmu ini.
Dia dalam kebingungan.
Hilangkan tanya tanya itu.
Tegakah kau melihatnya tua di waktu muda?
Tegakah kau memesan tempat di rumah sakit jiwa?

Duhai,
Lihatla anakmu ini,
Dia tidak tau apa yang diperbuatnya.
Dia tidak bisa menjanji apa apa
Dia hanya ingin masa muda.

Duhai,
Bila boleh kita membanding,
Harta bukan segalanya.
Jantung pun mati tanpa nafas.

Duhai,
Andai bila dirimu menengok
Putaran pita suara yang terucap
Sakit,menusuk hati
Pilu,merobek asa.

Duhai,
Buanglah saja aku.
Karna janjiku tak banyak
Lepaskan saja aku.
Karna aku hanya ingin bahagia,.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar